Kamis, 10 Mei 2012

13 oktober 2004..masih kuingat tanggal itu..hari itu merupakan hari yang bahagia buat kakak perempuan q satu-satunya.paslnya dia telah membangun keluarga baru...iya pernikahan....masih kuingat pula..2 bulan sebelum hari itu, aku niatkan untuk tinggal di luar rumah,...PESANTREN...itulah tujuanku...melihat banyak anak kecil memakai peci dan sarung yang sering aku lihat ketika maen kepasar dekat pesantren itu, dalam hati ini selalu berkata..."anak kecil itu hebat, dia sudah bisa mandiri, bahkan sudah berani untuk hidup jauh ma keluarganya"...last back..
"aku adalah anak yang manja,..iya anak manja,.karna hidupku selalu tidak lepas dari yang namanya ketergantungan ma kakak perempuanku dan orang tuaku. mulai dari makan, cuci baju, bahkan setrika baju aku tidak bisa lepas dari yang namanya ketergantungan. aku ingin mandiri seperti anak kecil yang sering aku lihat ketika ku kunjungi pasar yang penuh keramaian itu.

akhirnya, keinginan untuk tinggal di pesantren pun dapat terwujud. dimana pesantren itu mengajarkan santiwan dan santriwatinya untuk bisa menjadi orang yang hafal Al-Qur`an. Hafidz....iya ...hafidz..

akhirnya setelah keluargaku sowan ke seorang kyai pemilik pesantren itu, sebut saja "Romo Kyai Chamdani,kaki ini pun mulai menginjakkan disalah satu pondok pesantern "Madrosatul Qur`an"..biasanya anak2 menyebutnya MADAN....

iya Madan...dimana di huni ratusan santriwan-santriwati yang menggali ilmu disana...pondok kecil, sederhana, tapi mempunyai kekuatan besar menurut aku...bnyak anak kecil yang selalu dengan ciri khas, peci dan sarungnya yang tak pernah lepas dari tubuhnya. pakaian itulah yang setiap hari menemani kemanapun kaki itu melangkah. seoalah-olah tak bisa lepas dari kedua jenis pakaian itu. baik kepasar, masak, tidur, bahkan sepak bola dan olahragapun selalu memakai pakaian wajib itu...

pertama kali makai pakaian seperti itu sedikt malu juga, karna ketika kita makai pakaian seperti itu, kita gak pernah makai pakaian dalam. pikiran kalau copot di jalanpun selalu menjadi pertimbangan dan rasa was-was...

itulah awal kisah ketika pertama kali kaki ini menginjakkan pesantren kecil dan mempunyai keistimewaan bagi siapa pun yang menimba ilmu disana.....

surabaya, mei 11, 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar